NUSAPERDANA.COM — PT Pelindo menargetkan pemangkasan 17 anak usaha dari total 41 entitas hingga akhir 2026. Sebanyak 11 anak usaha telah dinonaktifkan, sementara enam lainnya masih dalam proses restrukturisasi. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi menyeluruh Pelindo untuk menata ulang model bisnis grup.
Skema Restrukturisasi yang Ditempuh
Penataan 17 entitas tersebut dilakukan melalui sejumlah skema korporasi. Mulai dari merger, konsolidasi, divestasi, hingga likuidasi. Dony menjelaskan bahwa pendekatan ini dipilih agar struktur bisnis Pelindo lebih ramping dan fokus.
"Jadi ini transformasinya masih panjang, tapi dimulai dari streamlining dulu, habis itu baru kita masuk ke proses menata bisnis model kita menjadi benar," ujar Dony dalam keterangan resmi, Rabu (30/9/2026).
Dari 41 entitas yang ada, pemangkasan 17 anak usaha menjadi bagian dari upaya besar Pelindo untuk memperbaiki tata kelola dan efisiensi operasional. Sebelas entitas yang telah dinonaktifkan menandai langkah awal yang sudah berjalan, sementara enam sisanya masih dalam tahap penyelesaian.
Perubahan Model Pengelolaan
Selain memangkas jumlah anak usaha, Pelindo mengubah model pengelolaan dari strategic holding menjadi active management. Artinya, Pelindo kini mengambil peran yang lebih langsung dalam mengelola kegiatan operasional utama grup.
Perubahan ini membuat Pelindo tidak lagi sekadar memantau kinerja anak usaha dari jauh, tetapi turun tangan mengelola operasional inti. Dony menyebut penataan model bisnis menjadi benar sebagai tahap lanjutan setelah proses streamlining selesai.
Dengan model active management, Pelindo berharap dapat mengambil keputusan lebih cepat dan memastikan seluruh lini bisnis berjalan sesuai arah grup. Langkah ini juga untuk menghindari tumpang tindih peran antar entitas yang selama ini terjadi.
Dampak ke Kinerja dan Layanan Pelabuhan
Pemangkasan anak usaha dan perubahan model pengelolaan berpotensi memengaruhi kinerja Pelindo sebagai operator pelabuhan terbesar di Indonesia. Struktur yang lebih ramping diharapkan menekan biaya operasional dan mempercepat pengambilan keputusan strategis.
Bagi pengguna jasa pelabuhan, perubahan ini bisa berdampak pada layanan bongkar muat dan logistik. Jika restrukturisasi berjalan mulus, proses bisnis di pelabuhan bisa lebih efisien dan waktu tunggu kapal lebih singkat.
Namun, proses restrukturisasi yang masih berjalan membuat hasil akhirnya belum bisa dipastikan. Enam anak usaha yang masih dalam tahap penyelesaian akan menentukan apakah target pemangkasan 17 entitas tercapai hingga akhir 2026.
Penutup: Langkah Pelindo memangkas 17 anak usaha menjadi salah satu restrukturisasi terbesar di lingkungan BUMN jasa logistik. Keberhasilan transformasi ini tidak hanya berdampak pada kinerja keuangan perusahaan, tetapi juga pada daya saing pelabuhan Indonesia di kancah regional.