Pencarian

IHSG Diproyeksi Menguji 6.196, Analis Rekomendasikan BBCA hingga UNTR

Rabu, 30 September 2026 • 06:22:01 WIB
IHSG Diproyeksi Menguji 6.196, Analis Rekomendasikan BBCA hingga UNTR
Pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa (29/9) ditutup melemah 26,15 poin ke level 6.121.

NUSAPERDANA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan Rabu (30/9) dengan target pengujian area 6.152-6.196, meski risiko koreksi lanjutan ke 5.850-5.946 masih perlu diwaspadai. Proyeksi itu muncul setelah IHSG ditutup melemah 26,15 poin atau 0,43 persen ke level 6.121 pada perdagangan Selasa (29/9). Sejumlah analis menyiapkan strategi beli selektif di saham perbankan, konsumer, dan tambang.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai posisi IHSG saat ini berada pada bagian wave c dari wave (y). Posisi itu membuka ruang penguatan jangka pendek, tetapi tetap menyimpan risiko pembalikan arah.

"Posisi IHSG diperkirakan berada pada bagian wave c dari wave (y), sehingga berpeluang menguat menguji area 6.152-6.196. Namun, waspadai potensi koreksi lanjutan menuju 5.850-5.946," ujar Herditya dalam riset hariannya.

Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.041 dan 5.984, dengan resistance 6.297 dan 6.419. Dari daftar saham yang dia pantau, BBCA, ICBP, MBMA, dan UNTR masuk rekomendasi.

Rebound di Atas Support 6.015 Jadi Kunci

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat peluang berbeda. Indeks saham berpotensi mengakhiri tren turun jangka pendek setelah rebound usai menyentuh area support 6.015-6.029 pada perdagangan sebelumnya.

"Jika penutupan harian IHSG tetap berada di atas 6.015, indeks diperkirakan segera mengakhiri tren turun jangka pendek dan berpeluang menguat menuju 6.423 atau lebih tinggi," ujar Ivan.

Ivan memprediksi IHSG bergerak di level support 6.015, 5.850, dan 5.607, serta resistance 6.258, 6.423, 6.552, dan 6.712. Dua saham yang dia rekomendasikan adalah AMRT dan TLKM.

Tekanan Jual Selasa, 373 Saham Terkoreksi

Pada penutupan Selasa (29/9), IHSG melemah 26,15 poin atau minus 0,43 persen dari perdagangan sebelumnya. Mengutip RTI Infokom, nilai transaksi mencapai Rp13,15 triliun dengan volume 38,28 miliar saham diperdagangkan.

Breadth pasar menunjukkan tekanan jual yang lebih dominan:

  • 303 saham menguat
  • 373 saham terkoreksi
  • 118 saham stagnan

Komposisi itu menempatkan pelaku pasar pada posisi wait and see, terutama menjelang rilis data ekonomi dan agenda global yang bisa mengubah arah arus dana asing.

Dua Skenario yang Perlu Dicermati Investor

Perbedaan proyeksi kedua analis bertumpu pada level kunci yang sama, yakni 6.015. Selama IHSG bertahan di atas level itu, skenario penguatan menuju 6.196-6.423 tetap terbuka. Sebaliknya, penutupan harian di bawah 6.015 membuka jalan koreksi ke 5.946, 5.850, hingga 5.607.

Rekomendasi saham yang muncul dari riset hari ini tersebar di beberapa sektor. BBCA mewakili perbankan berkapitalisasi besar, ICBP dari konsumer, MBMA dari tambang mineral, UNTR dari alat berat dan energi, AMRT dari ritel, serta TLKM dari telekomunikasi.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow finance.nusaperdana.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks