NUSAPERDANA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami teknikal rebound ke level 6.300-6.320 pada perdagangan hari ini, menurut riset harian BNI Sekuritas. Potensi pantulan itu muncul setelah IHSG ditutup turun 1,7% pada sesi sebelumnya, disertai net sell asing Rp 672 miliar. Namun, analis mengingatkan risiko lanjutan koreksi ke 5.850-6.100 jika indeks gagal menembus level 6.320.
Riset harian BNI Sekuritas yang dirilis Rabu (23/9) menyebutkan, IHSG berpotensi mengalami rebound teknikal jangka pendek ke rentang 6.300-6.320. Level support diperkirakan berada di 6.200-6.220, sementara resisten di 6.300-6.320.
Kepala Riset Retail BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyatakan potensi koreksi lanjutan masih terbuka jika indeks gagal menembus area resisten tersebut.
"IHSG berpotensi short term teknikal rebound ke 6300-6320. Hati2 jika gagal break diatas 6320, potensi lanjut koreksi ke 5850-6100 middle term," ujar Fanny dalam riset tersebut.
Net Sell Asing Rp 672 Miliar Tekan IHSG Sebelumnya
Pada perdagangan 22 September, IHSG ditutup melemah 1,7% dengan aksi jual bersih investor asing mencapai Rp 672 miliar. Saham yang paling banyak dilepas asing adalah BBRI, TINS, BBCA, BMRI, dan TPIA.
Pelemahan indeks domestik terjadi di tengah pergerakan bursa global yang beragam. Wall Street ditutup bervariasi dengan Nasdaq Composite mencetak rekor penutupan tertinggi, sementara Dow Jones Industrial Average turun 0,36% dan S&P 500 stagnan di 7.764,64.
Bursa Asia Menguat, Ditopang Saham Teknologi AI
Bursa Asia ditutup naik pada perdagangan Selasa (22/9). Hang Seng Hong Kong menguat 0,18%, Taiex Taiwan naik 0,17%, Kospi Korea Selatan bertambah 0,15%, dan ASX 200 Australia menguat 0,30%.
FTSE Straits Times mencatat kenaikan 0,86% dan FTSE Malay KLCI naik 0,99%. Bursa Jepang masih libur nasional hingga Rabu (23/9).
Penguatan bursa regional sejalan dengan lonjakan saham-saham terkait kecerdasan buatan di Wall Street. Saham Micron Technology melonjak 5% dan Sandisk naik hampir 7%, sementara saham perangkat lunak konsumen seperti Charles Schwab turun 6,1% dan Airbnb melemah 3%.
Fokus Pasar: Pertemuan Trump-Xi hingga Pidato Pejabat Fed
Pelaku pasar mencermati pertemuan puncak antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Washington DC pekan ini. Isu kecerdasan buatan, perang Iran, tarif, dan logam tanah jarang diperkirakan menjadi topik utama.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan bertemu Wakil Perdana Menteri China He Lifeng sebelum kunjungan Xi. Dari sisi data, pasar menantikan survei manufaktur Federal Reserve Richmond serta pidato Presiden Fed New York John Williams dan Presiden Fed Richmond Tom Barkin.
Rekomendasi Trading Plan dari BNI Sekuritas
BNI Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk diperdagangkan hari ini dengan strategi spec buy dan buy on weakness:
- MDIA — Spec Buy, area beli 175-177, cutloss di bawah 175, target 184-190
- BUMI — Spec Buy, area beli 180-184, cutloss di bawah 179, target 188-190
- DSSA — Spec Buy, area beli 970-980, cutloss di bawah 970, target 1.015-1.025
- MDKA — Spec Buy, area beli 2.800-2.830, cutloss di bawah 2.800, target 2.870-2.940
- INET — Buy on Weakness, area beli 304-316, cutloss di bawah 302, target 320-330
- ADRO — Buy on Weakness, area beli 2.580-2.610, cutloss di bawah 2.570, target 2.630-2.680
Rekomendasi tersebut disertai disclaimer bahwa keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pelaku pasar masing-masing.