Pencarian

ULTJ Rights Issue 7,87 Miliar Saham demi Akuisisi Frisian Flag Rp14,6 Triliun

Minggu, 20 September 2026 • 06:21:31 WIB
ULTJ Rights Issue 7,87 Miliar Saham demi Akuisisi Frisian Flag Rp14,6 Triliun
PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) menerbitkan hingga 7,87 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp2.150 per saham.

NUSAPERDANA.COM — PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) menerbitkan hingga 7,87 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp2.150 per saham untuk mengakuisisi seluruh saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI). Nilai akuisisi mencapai sekitar Rp14,6 triliun dan menjadi bagian kerja sama strategis dengan FrieslandCampina. Aksi korporasi ini diproyeksikan mengubah peta pengendalian ULTJ sekaligus memasukkan FFI ke dalam grup perseroan.

Rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue tersebut tertuang dalam prospektus ULTJ. Seluruh saham baru yang diterbitkan akan dipakai untuk mengakuisisi seluruh saham FFI melalui mekanisme inbreng, bukan transaksi tunai.

Hak untuk mengambil bagian dalam rights issue akan dialihkan oleh pengendali ULTJ kepada pemegang saham FFI, yakni FrieslandCampina International Holding B.V., Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd., dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa.

FrieslandCampina Jadi Pengendali Baru ULTJ

Setelah aksi korporasi rampung, FrieslandCampina diproyeksikan menjadi pengendali baru ULTJ dengan kepemilikan sekitar 28,95% hingga 30,81%. Perubahan pengendalian itu akan diikuti pelaksanaan tender offer wajib sesuai ketentuan yang berlaku.

FrieslandCampina menyatakan keluarga Prawirawidjaja akan tetap menjadi pemegang saham signifikan ULTJ. Sabana Prawirawidjaja juga tetap menjabat sebagai direktur utama, sementara perseroan tetap berstatus perusahaan terbuka di Indonesia.

Tiga Agenda Menanti di RUPSLB 27 Oktober 2026

Rencana transaksi masih membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026, serta persetujuan regulator di Indonesia.

Selain membahas rights issue, agenda RUPSLB ULTJ mencakup permintaan persetujuan penggunaan sebagian saldo laba ditahan untuk dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final. Rapat yang sama juga akan meminta persetujuan perubahan susunan direksi dan komisaris.

Struktur Kepemilikan Usai Inbreng

Mekanisme inbreng membuat ULTJ tidak perlu menyiapkan kas untuk menebus saham FFI. Nilai Rp14,6 triliun dibayar lewat penerbitan saham baru, sehingga posisi kas perseroan tetap terjaga untuk kebutuhan operasional dan belanja modal.

Bagi pemegang saham lama, rights issue ini berpotensi mengubah proporsi kepemilikan jika mereka tidak mengeksekusi haknya. Hak tersebut dialihkan ke pemegang saham FFI, sehingga masuknya FrieslandCampina sebagai pengendali baru berjalan seiring dengan penambahan modal perseroan.

Kalangan investor perlu mencermati jadwal RUPSLB dan persetujuan regulator sebagai penentu kapan transaksi benar-benar tuntas. Kedua tahapan itu menjadi syarat sebelum inbreng saham FFI dan tender offer wajib dapat dijalankan.

Sumber: market.bisnis.com

Follow finance.nusaperdana.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks