Danantara Pangkas 15 BUMN Asuransi Jadi 3 Entitas, Rampung Akhir 2026

COO Danantara Dony Oskaria berbicara dalam pertemuan dengan OJK di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Penulis: Yasir
Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:02:31 WIB

NUSAPERDANA.COM — Danantara menargetkan konsolidasi 15 perusahaan asuransi pelat merah menjadi tiga entitas selesai pada akhir 2026. Penggabungan ini mencakup asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit, termasuk unit syariahnya.

Jakarta — Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, memastikan proses merger perusahaan asuransi BUMN akan tuntas pada akhir 2026. Dari 15 perusahaan yang ada saat ini, hanya akan tersisa tiga entitas yang menaungi asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit.

Dony menyampaikan hal tersebut di Tribrata Hotel, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Ia menyebut seluruh jenis asuransi BUMN menjadi target pembenahan, tidak hanya asuransi konvensional tetapi juga bisnis berbasis syariah.

Tiga Entitas yang Bakal Bertahan

Menurut Dony, tiga entitas hasil konsolidasi akan mencakup asuransi jiwa (life insurance), asuransi umum (general insurance), dan asuransi kredit (credit insurance). Proses merger asuransi jiwa akan menjadi yang pertama dijalankan, disusul asuransi umum, lalu asuransi kredit.

"Merger asuransi juga sedang terjadi dan akhir tahun ini sudah harus terjadi. Terutama dari life insurance, kita akan go, kemudian general insurance juga, dan yang terakhir credit insurance. Ini kita harapkan akhir tahun sudah selesai," ujar Dony.

Bisnis asuransi kredit masih dalam tahap peninjauan. Danantara akan memisahkan perusahaan yang benar-benar bergerak di bidang asuransi umum dari yang berfungsi sebagai penjaminan. Pembahasan soal pemisahan ini dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Syariah Ikut Digabung

Konsolidasi tidak berhenti di asuransi konvensional. Dony menegaskan unit syariah dari ketiga lini bisnis tersebut juga akan melalui skema merger yang sama.

"Jadi, yang syariah juga sama. Kita akan lakukan juga merger. Jadi, ada asuransi yang syariah-nya juga sama. Baik itu life insurance-nya, general insurance-nya, maupun credit insurance-nya juga ada yang syariah," tuturnya.

Langkah ini berkaitan dengan penyaluran KUR Syariah yang dijalankan Danantara. Dony menyebut nantinya akan ada asuransi penjaminan khusus untuk segmen syariah tersebut.

Pemetaan Masalah dan Pertemuan dengan OJK

Dony mengakui perusahaan asuransi BUMN menghadapi persoalan yang tidak sedikit. Dalam sebulan terakhir, ia mengaku telah dua kali bertemu OJK untuk membahas tata kelola, potensi risiko, hingga peluang pertumbuhan industri asuransi.

"Kami lakukan pemetaan permasalahan yang ada di perusahaan asuransi BUMN. Harus diakui, bahwa perusahaan-perusahaan asuransi di BUMN menghadapi persoalan yang tidak sedikit," jelasnya.

Tantangan yang dihadapi tidak hanya soal kondisi keuangan. Dony tidak merinci persoalan lainnya, namun menegaskan fokus Danantara saat ini adalah mempercepat konsolidasi demi memperkuat industri asuransi nasional.

Konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya Danantara membenahi sektor asuransi pelat merah yang dinilai membutuhkan penguatan tata kelola. Jika rampung sesuai jadwal, struktur industri asuransi BUMN akan jauh lebih ringkas dibandingkan kondisi saat ini.

Reporter: Yasir