NUSAPERDANA.COM — EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) ANTM juga meningkat 35% menjadi Rp 9,62 triliun, dari sebelumnya Rp 7,11 triliun.
"Pencapaian tersebut menjadi landasan bagi ANTAM untuk terus meningkatkan kinerja melalui penguatan beyond operational excellence, sehingga Perusahaan dapat semakin unggul, adaptif, dan mampu menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Direktur Utama ANTM, Untung Budiharto, dalam keterangan tertulis, Kamis (3/9/2026).
Rincian Kinerja Keuangan
ANTM membukukan laba kotor sebesar Rp 10,85 triliun pada semester I-2026. Angka ini naik 32% dari Rp 8,24 triliun pada periode tahun sebelumnya.
Laba usaha perseroan juga tumbuh 38% menjadi Rp 8,44 triliun, dibandingkan Rp 6,14 triliun di tahun sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan penguatan kinerja operasional di seluruh lini bisnis.
Profitabilitas ANTM ditopang oleh kenaikan penghasilan lain-lain sebesar 41% menjadi Rp 559,37 miliar dari Rp 395,42 miliar. Peningkatan ini dipicu oleh laba selisih kurs dan bagian keuntungan entitas asosiasi.
Laba bersih per saham dasar tercatat sebesar Rp 265,85 sepanjang semester I-2026. Capaian ini meningkat 36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.