Tambang Emas Sudan Runtuh, 82 Pekerja Tewas dan Puluhan Masih Tertimbun
NUSAPERDANA.COM — Sedikitnya 82 pekerja tambang emas di al-Zara, West Kordofan, Sudan, tewas setelah lubang tambang runtuh dan merambat ke terowongan lain yang saling terhubung. Puluhan pekerja lain belum ditemukan hingga Rabu (16/9/2026), sementara upaya penyelamatan tersendat karena hanya tersedia satu forklift swasta di lokasi.
Paragraf pembuka: Lokasi tambang al-Zara berada dekat Nuhud, wilayah yang kini dikuasai kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF). Kelompok itu telah berperang melawan militer Sudan lebih dari tiga tahun, kondisi yang membuat akses bantuan dan peralatan berat ke lokasi kecelakaan semakin sulit.
Korban Bertambah, Pencarian Terhambat Alat Berat
Suleiman Abu Hmeida dari Emergency Response Rooms mengatakan 82 jenazah telah ditemukan. Seorang pejabat pemerintahan lokal mengonfirmasi jumlah korban tewas yang sama. Hingga Rabu, tim penyelamat masih mengeluarkan jenazah dari reruntuhan.
Keruntuhan bermula dari salah satu lubang tambang pada Minggu, lalu merambat ke lubang-lubang lain yang saling terhubung. Kedalaman beberapa bagian tambang mencapai lebih dari 30 meter, membuat proses evakuasi korban yang kemungkinan masih tertimbun semakin berat.
Upaya penyelamatan hanya mengandalkan satu forklift milik swasta untuk mengangkat material dari lokasi. Angka korban sempat berbeda pada tahap awal pencarian: Sudan Doctors Network sebelumnya menyatakan sedikitnya 67 jenazah telah ditemukan dan memperingatkan jumlahnya bisa terus bertambah.
Pekerja Tanpa Perlindungan dan Standar Keselamatan
Seorang penyintas, Khairal-Sayed Gabara, menggambarkan kondisi di lokasi sangat buruk. Para pekerja, katanya, tidak memiliki mesin berat yang diperlukan untuk mengangkat tanah dan batu dari lubang tambang.
“Ada puluhan orang yang bekerja di tambang,” kata Gabara kepada Associated Press.
Ia menyebut para penyelamat membutuhkan peralatan untuk mengangkat tanah dan bebatuan dari kedalaman lebih dari 30 meter. Penyintas lain, Al-Amin Suliman, sebelumnya mengatakan sekitar 60 jenazah telah ditemukan hingga Rabu pagi dan masih ada pekerja yang terjebak di dalam tambang.
Sudan Doctors Network menyebut tambang al-Zara sebagai lokasi pertambangan informal yang mempekerjakan pekerja tanpa perlindungan dan standar keselamatan dasar. Kondisi itu meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat terjadi keruntuhan struktur bawah tanah.
Wilayah Konflik yang Menyulitkan Evakuasi
West Kordofan termasuk daerah yang berada di bawah kendali RSF. Situasi keamanan di wilayah konflik membuat operasi penyelamatan tidak bisa mengerahkan sumber daya besar seperti yang biasa dilakukan pada kecelakaan tambang di daerah stabil.
Pertambangan emas skala kecil menjadi sumber penghidupan bagi banyak warga Sudan di tengah perang yang berkepanjangan. Namun aktivitas itu berjalan tanpa pengawasan keselamatan yang memadai, sehingga kecelakaan serupa berulang di berbagai lokasi tambang informal.
Penutup: Runtuhnya tambang al-Zara menambah daftar panjang korban dari sektor pertambangan informal yang beroperasi di wilayah konflik. Tanpa peralatan berat dan akses bantuan yang memadai, jumlah korban dikhawatirkan masih bisa bertambah selama proses pencarian berlangsung.