Presiden Direktur dan Komisaris ASII Borong Saham, Nilai Transaksi Rp21,14 Miliar

Presiden Direktur ASII Rudi memborong 4,4 juta lembar saham perseroan pada 21-22 September 2026 dengan nilai transaksi Rp21,14 miliar.
Penulis: Sutomo
Kamis, 24 September 2026 | 06:21:31 WIB

NUSAPERDANA.COM — Presiden Direktur PT Astra International Tbk (ASII) Rudi memborong 4,4 juta lembar saham perseroan dalam dua hari berturut-turut, 21-22 September 2026, dengan nilai transaksi mencapai Rp21,14 miliar. Aksi pembelian di harga Rp4.820 dan Rp4.790 per saham itu menambah kepemilikan Rudi dari sebelumnya 1,2 juta lembar menjadi 5,6 juta lembar. Komisaris ASII Prijono Sugiarto juga menambah porsi sahamnya pada periode yang sama.

Kedua transaksi itu dilakukan dengan tujuan investasi. Total dana yang dikeluarkan mencapai Rp21.142.000.000 atau sekitar Rp21,14 miliar. Setelah pembelian tersebut, hak suara Rudi di ASII meningkat menjadi 0,0138%.

Prijono Sugiarto Ikut Menambah Porsi Saham

Anggota Dewan Komisaris Astra International, Prijono Sugiarto, juga melakukan pembelian saham ASII pada 21 September 2026. Ia membeli 8.700 lembar saham di harga Rp4.850 per saham, dengan nilai transaksi Rp42.195.000.

Kepemilikan Prijono bertambah dari sebelumnya 5.587.100 lembar menjadi 5.595.800 lembar saham. Meski jumlahnya bertambah, persentase hak suaranya tidak berubah, tetap di angka 0,0138%.

Rincian Transaksi Kedua Petinggi ASII

  • Rudi (Presiden Direktur ASII) — 21 September 2026: 2.200.000 lembar di harga Rp4.820 per saham; 22 September 2026: 2.200.000 lembar di harga Rp4.790 per saham. Total nilai: Rp21,14 miliar. Kepemilikan naik dari 1.200.000 lembar menjadi 5.600.000 lembar, hak suara 0,0138%.
  • Prijono Sugiarto (Komisaris ASII) — 21 September 2026: 8.700 lembar di harga Rp4.850 per saham. Nilai transaksi: Rp42.195.000. Kepemilikan naik dari 5.587.100 lembar menjadi 5.595.800 lembar, hak suara tetap 0,0138%.

Arti Pembelian untuk Pemegang Saham

Pembelian saham oleh jajaran direksi dan komisaris kerap dibaca pasar sebagai sinyal keyakinan manajemen terhadap prospek perseroan. Rudi menaikkan kepemilikannya hampir lima kali lipat dari posisi sebelumnya, sementara Prijono menambah porsi meski relatif kecil dibanding total kepemilikannya.

Keduanya menyatakan tujuan transaksi adalah untuk investasi. Astra International merupakan salah satu emiten berkapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia dengan lini usaha yang mencakup otomotif, alat berat, jasa keuangan, dan infrastruktur.

Bagi investor ritel, aksi borong saham oleh orang dalam menjadi salah satu indikator yang dipantau, terutama jika dilakukan di level harga yang dianggap murah. Namun keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan kinerja keuangan perseroan dan kondisi sektor otomotif secara keseluruhan.

Reporter: Sutomo