IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi ke 5.850, Analis Rekomendasikan BBRI hingga ANTM

Pergerakan IHSG di bursa saham pada perdagangan Selasa (13/10).
Penulis: Ragil
Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:21:31 WIB

NUSAPERDANA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih rawan melanjutkan koreksi pada perdagangan Selasa (13/10), dengan target support terdekat di level 5.850. Sejumlah analis teknikal menilai indeks sedang berada di fase akhir gelombang penurunan, sehingga peluang rebound jangka pendek mulai terbuka jika level tersebut tercapai.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG berada pada bagian wave v dari wave c dari wave [y] pada label hitam. Posisi tersebut membuka ruang koreksi lanjutan ke rentang 5.850–5.911 dalam jangka pendek.

"Posisi IHSG diperkirakan berada pada bagian wave v dari wave c dari wave [y] pada label hitam, sehingga berpotensi melanjutkan koreksi ke rentang 5.850-5.911," ujar Herditya dalam riset hariannya.

Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 5.887 dan 5.744, dengan resistance di 6.216 dan 6.296. Ia merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati, yakni BRMS, JPFA, MBMA, ANTM, dan XISI.

Target Koreksi 5.850 dan Peluang Rebound Jangka Pendek

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat indeks saham mulai mendekati target koreksi di level 5.850. Menurutnya, IHSG berpeluang mengalami rebound setelah area support tersebut tercapai.

"Setelah menyentuh level 5.850, IHSG diperkirakan berpeluang rebound untuk memulai fase pemulihan jangka pendek," ujar Ivan.

Ivan memprediksi IHSG bergerak di level support 5.850, 5.768, dan 5.607, dengan resistance 6.128, 6.237, 6.432, dan 6.552. Saham yang direkomendasikannya adalah BBRI, MBMA, dan TLKM.

IHSG Sudah Ditutup di Bawah 6.000

Pada perdagangan Senin (12/10), IHSG ditutup melemah 157,61 poin atau minus 2,59 persen ke level 5.936. Posisi tersebut menempatkan indeks di bawah level psikologis 6.000.

Nilai transaksi tercatat Rp13,66 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 62,14 miliar saham. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 114 saham menguat, 602 saham terkoreksi, dan 77 saham stagnan.

Dua Skenario yang Perlu Dicermati Investor

Perbedaan proyeksi kedua analis terletak pada seberapa dalam koreksi akan berlanjut. Herditya melihat ruang penurunan masih terbuka hingga 5.744, sementara Ivan menilai 5.850 sebagai titik di mana tekanan jual berpotensi mereda.

Bagi investor jangka pendek, level support tersebut menjadi acuan untuk mencermati apakah koreksi berlanjut atau berbalik arah. Rekomendasi saham dari kedua sekuritas mencakup sektor perbankan, pertambangan, dan konsumer, yang selama ini menjadi penopang utama kapitalisasi pasar.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Reporter: Ragil