Harga Emas Antam Anjlok Rp 6.000 Hari Ini, Masih Jauh dari Rekor Tertinggi

Harga jual emas batangan Antam turun Rp 6.000 menjadi Rp 2.664.000 per gram pada hari ini.
Penulis: Saiful
Selasa, 01 September 2026 | 10:04:01 WIB

NUSAPERDANA.COM — Gerai Logam Mulia Antam mematok harga jual emas batangan di level Rp 2.664.000 per gram, turun tipis dari posisi Senin kemarin yang sempat berada di angka Rp 2.670.000 per gram. Harga buyback atau nilai yang diterima konsumen saat menjual emas kembali ke Antam pun ikut terkoreksi Rp 6.000 menjadi Rp 2.517.000 per gram.

Penurunan ini terjadi saat harga emas dunia masih berjuang bangkit setelah anjlok lebih dari 3 persen pada akhir pekan lalu, yang merupakan pelemahan harian paling tajam sejak Juni. Meski begitu, posisi harga saat ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang sejarah yang dicapai Antam pada Kamis (29/1/2026) lalu, yakni Rp 3.168.000 per gram.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut rincian harga emas batangan Antam untuk berbagai ukuran yang berlaku hari ini:

  • 0,5 gram: Rp 1.382.000
  • 1 gram: Rp 2.664.000
  • 2 gram: Rp 5.268.000
  • 3 gram: Rp 7.877.000
  • 5 gram: Rp 13.095.000
  • 10 gram: Rp 26.135.000
  • 25 gram: Rp 65.212.000
  • 50 gram: Rp 130.345.000
  • 100 gram: Rp 260.612.000

Khusus untuk ukuran besar seperti 250 gram hingga 1.000 gram, Antam hanya melayani sistem pemesanan terlebih dahulu atau pre-order.

Tekanan dari Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed

Pelemahan harga emas hari ini tak lepas dari kondisi pasar global. Harga emas dunia berada di dekat level terendah dalam dua pekan terakhir, setelah Ketua The Fed Kevin Warsh memberi sinyal bahwa bank sentral AS bisa kembali menaikkan suku bunga jika inflasi tak kunjung turun ke target 2 persen. Pernyataan ini disampaikan Warsh dalam simposium Jackson Hole dan langsung mengubah arah pasar.

Para pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September mencapai 64 persen, melonjak signifikan dari sekitar 36 persen sebelum Warsh berbicara. Imbal hasil obligasi AS yang terus menguat dan dolar yang perkasa membuat emas—yang tak memberikan bunga—semakin sulit bersaing sebagai aset investasi.

Senior Market Strategist StoneX, Daniel Pavilonis, menilai kombinasi suku bunga tinggi dan inflasi yang didorong lonjakan harga minyak menjadi biang kerok utama pelemahan ini. "Alasan terbesar saat ini adalah suku bunga yang lebih tinggi, ekspektasi inflasi yang lebih tinggi, yang didorong oleh energi dan berkurangnya persediaan minyak," ujarnya kepada CNBC.

Bagaimana Prospek Harga Emas Pekan Ini?

Pasar kini menanti rilis data ekonomi AS pekan ini, di antaranya laporan ketenagakerjaan ADP dan data nonfarm payrolls (NFP) Agustus. Data tersebut bakal menjadi penentu arah kebijakan The Fed berikutnya sekaligus memberikan petunjuk apakah harga emas akan terus tertekan atau justru bangkit kembali.

Kendati terkoreksi, emas nyatanya masih mencatatkan kinerja bulanan terbaik sejak Januari—sepanjang Agustus harga logam mulia ini melesat sekitar 9,6 persen. Bagi investor yang membeli di level rendah, momentum koreksi ini kerap dianggap sebagai peluang akumulasi, mengingat harga emas Antam dipatok mengikuti dinamika pasar global yang masih fluktuatif.

Reporter: Saiful