Emas Putih vs Emas Kuning: Beda Komposisi, Harga, dan Daya Tahan

Emas kuning dan emas putih memiliki perbedaan komposisi logam campuran yang memengaruhi tampilan dan harga.
Penulis: Sutomo
Rabu, 23 September 2026 | 06:42:01 WIB

NUSAPERDANA.COM — Emas putih dan emas kuning sama-sama berbahan dasar emas, tetapi komposisi logam campurannya membuat keduanya berbeda dari sisi tampilan, harga, hingga perawatan. Emas putih memakai campuran paladium atau nikel plus pelapisan rhodium, sementara emas kuning mengandalkan tembaga dan seng untuk memperkuat struktur perhiasan.

Perbedaan mendasar keduanya terletak pada logam yang dicampurkan ke dalam emas murni. Campuran itu menentukan warna akhir, tingkat kekerasan, sampai biaya produksi yang pada akhirnya memengaruhi harga jual di pasaran.

Bagi calon pembeli, memahami hal ini penting agar tidak salah pilih antara kebutuhan perhiasan sehari-hari dan instrumen investasi. Kadar kemurnian keduanya sebenarnya bisa sama, misalnya 14K, 18K, 22K, atau 24K.

Tampilan Visual Jadi Pembeda Pertama

Emas kuning menampilkan warna khas emas murni yang mencolok dan klasik. Untuk perhiasan, produsen biasanya menambahkan tembaga atau seng agar material lebih kuat dan tidak mudah penyok, tanpa menghilangkan warna aslinya.

Emas putih tampil putih bersinar. Warna ini muncul dari campuran logam putih seperti paladium atau nikel, lalu dilapisi rhodium. Kombinasi inilah yang mengubah warna asli emas menjadi putih.

Komposisi Logam dan Kadar Karat

Pada emas kuning jenis batangan, umumnya tidak ada campuran logam lain. Khusus perhiasan, barulah ditambahkan seng dan tembaga untuk memperkuat bahan.

Emas putih dibuat dari emas kuning murni yang dicampur logam mahal seperti perak, paladium, atau nikel. Lapisan rhodium kemudian diberikan supaya permukaannya tampak cerah berkilau.

Harga Emas Putih Cenderung Lebih Mahal

Harga jual emas putih di pasaran biasanya lebih tinggi karena ada biaya tambahan untuk pelapisan rhodium dan penggunaan logam campuran seperti paladium. Meski begitu, emas putih tidak selalu lebih mahal.

Harga akhir tetap ditentukan kadar karat, gramasi, merek, dan nilai tukar global. Faktor-faktor ini membuat perbandingan harga tidak bisa disamaratakan antarproduk.

Perawatan: Emas Putih Butuh Pelapisan Ulang

Lapisan rhodium pada emas putih bisa memudar seiring pemakaian. Ketika lapisan menipis, perhiasan perlu menjalani replating atau pelapisan ulang agar kembali berkilau.

Perawatan emas kuning lebih sederhana. Tanpa proses pelapisan ulang, emas kuning cukup dipoles untuk menjaga tampilannya tetap mengilap.

Daya Tahan terhadap Goresan

Campuran logam membuat emas putih cenderung lebih kuat dan tahan gores dibanding emas kuning dengan kadar sama pada sejumlah kondisi penggunaan.

Emas kuning berkadar tinggi seperti 24K atau jenis batangan justru lebih lunak dan rentan penyok. Karena itu, perhiasan umumnya memakai campuran logam agar lebih kuat dipakai sehari-hari.

Mana yang Lebih Bagus untuk Investasi?

Keduanya sama-sama punya nilai ekonomi dan bisa diperjualbelikan kembali. Perbandingan harga beli dan buyback dihitung berdasarkan kadar karat masing-masing.

Untuk aksesori harian, emas kuning memberi kesan mewah, sedangkan emas putih tampil lebih elegan. Namun jika tujuannya investasi, emas kuning kadar 24 karat lebih unggul.

Mengutip Pegadaian, emas kuning khususnya jenis batangan memiliki likuiditas tinggi dan nilai jual yang stabil dibandingkan emas putih.

Pertanyaan yang Sering Muncul

  • Apa perbedaan utama emas putih dan emas kuning? Terletak pada tampilan visual dan campuran logam. Emas kuning berwarna khas emas murni, emas putih putih bersinar karena campuran paladium atau nikel.
  • Mengapa emas putih lebih mahal? Karena ada biaya pelapisan rhodium dan penggunaan logam campuran seperti paladium yang harganya lebih tinggi.
  • Bagaimana merawat keduanya? Emas putih perlu pelapisan ulang rhodium, emas kuning cukup dipoles untuk menjaga kilau.
  • Mana yang lebih tahan lama? Emas putih lebih tahan gores karena campuran logamnya, sedangkan emas kuning kadar tinggi lebih lunak dan rentan penyok.

Reporter: Sutomo