Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima laporan tersebut. "Sedang kami pelajari ya," ujarnya saat dihubungi pada Jumat (21/8). Pernyataan ini menjadi respons resmi pertama dari pabrikan setelah permasalahan ramai diperbincangkan publik.
Kronologi bermula ketika Aa Juju meluapkan kekecewaannya melalui akun Instagram dan TikTok. Ia membeli Ioniq 5 secara tunai, namun mendapati fitur fast charging tidak berfungsi. Puncaknya, mobil sempat mogok total setelah diparkir paralel dan aki dinyatakan soak. Yang membuat pemilik semakin kecewa, respons dari pihak sales dinilai lambat dan cenderung acuh.
Informasi Berbeda dari Sales dan Teknisi
Inti persoalan ternyata bukan sekadar teknis kendaraan. Aa Juju mengaku mendapat informasi yang saling bertentangan dari dua pihak berbeda di diler. Sales menyatakan parkir paralel aman dilakukan, sementara teknisi justru menyarankan agar kondisi tersebut dihindari. Padahal, kepastian soal prosedur parkir ini menjadi pertimbangan utamanya sebelum memutuskan membeli mobil listrik tersebut.
Perbedaan pandangan internal ini yang kemudian memicu kekesalan Aa Juju. Ia merasa tidak mendapat kepastian dan justru dihadapkan pada situasi yang membingungkan setelah mobil yang dibelinya mengalami masalah.
Pertemuan dengan Pihak Diler Tidak Membuahkan Solusi
Untuk meminta penjelasan langsung, Aa Juju mendatangi diler Hyundai Gowa Fatmawati. Namun, pertemuan tersebut tidak berjalan mulus. Supervisor sales di lokasi dinilai kurang memahami spesifikasi teknis Ioniq 5, yang akhirnya memicu adu mulut di antara keduanya.
Momen perdebatan tersebut terekam dan kemudian diunggah oleh Aa Juju ke media sosial. Rekaman itu dengan cepat menyebar dan menjadi sorotan publik, memaksa pihak diler untuk bergerak. Hingga akhirnya, pihak sales telah menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui akun media sosial mereka.
Pelajaran untuk Pemilik Kendaraan Listrik
Kasus ini membuka diskusi penting soal perilaku baterai kendaraan listrik. Parkir paralel yang melibatkan manuver maju-mundur berulang dalam waktu singkat memang bisa menguras daya aki 12V jika sistem manajemen energinya tidak bekerja optimal. Pemilik Ioniq 5 atau kendaraan listrik lain sebaiknya memahami kondisi ini dan berkonsultasi dengan teknisi resmi untuk mendapatkan panduan yang akurat.
Langkah Hyundai yang kini tengah mempelajari kasus ini menjadi penentu. Kejelasan prosedur dan standar pelayanan yang seragam antara tim penjualan dan teknis akan menjadi kunci memulihkan kepercayaan konsumen tanah air.