Wamen ESDM Peringatkan Transisi Energi Terlambat Bakal Bebani APBN

Wamen ESDM Yuliot menyampaikan sambutan dalam pembukaan IndoEBTKE ConEx 2026.
Penulis: Saiful
Rabu, 02 September 2026 | 11:17:01 WIB

NUSAPERDANA.COM — Yuliot menegaskan, ketergantungan pada energi fosil sebagai pemasok utama energi nasional memiliki risiko besar terhadap fiskal negara. "Ketergantungan pada energi fosil yang harganya fluktuatif dan berbiaya tinggi akan terus membebani fiskal negara," ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Menurutnya, percepatan transisi ke energi baru terbarukan (EBT) bukan sekadar isu lingkungan, melainkan kebutuhan ekonomi. Ia mencontohkan sejumlah negara yang berhasil menekan biaya listrik melalui dominasi sumber EBT, seperti Amerika Utara yang memanfaatkan PLTA dan Prancis yang mengandalkan PLTN.

Peringatan Soal Beban Fiskal

Pernyataan Yuliot muncul di tengah tekanan harga komoditas energi global yang masih volatil. Kondisi ini membuat belanja subsidi dan kompensasi energi berpotensi membengkak jika tidak diimbangi diversifikasi sumber energi.

Ia menekankan bahwa program pemerintah saat ini berfokus pada tiga hal: kemandirian energi, ketahanan energi, dan swasembada energi. Untuk mencapai swasembada, salah satu langkah yang digenjot adalah percepatan adopsi kendaraan listrik serta optimalisasi potensi EBT domestik.

Kolaborasi untuk Target NZE 2060

IndoEBTKE ConEx 2026 tahun ini mengusung agenda kolaborasi antara pemerintah, industri, investor, akademisi, dan pemangku kepentingan lain. Tujuannya untuk mempercepat pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) 2060.

"Ajang ini akan membahas berbagai isu strategis, mulai dari kebijakan dan pembiayaan hingga pengembangan teknologi energi baru dan terbarukan," demikian keterangan resmi penyelenggara.

Agenda Pendukung Program 100 GW

Selain pameran teknologi EBT, acara ini juga menjadi ajang penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mendukung program 100 gigawatt dan Program Listrik Desa. Kedua program tersebut sebelumnya telah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kehadiran 11 asosiasi EBT dalam satu forum diharapkan mampu menyatukan langkah industri dalam mengakselerasi proyek-proyek energi bersih di Tanah Air. METI tercatat sebagai salah satu asosiasi yang turut hadir dalam gelaran tahun ini.

Reporter: Saiful