Sumur Warga Aceh Timur Semburkan 2.800 Barel per Hari, SKK Migas: Warga Kewalahan

Sumur minyak warga di Aceh Timur menyemburkan minyak mentah secara alami tanpa bantuan mesin pompa, dengan total produksi mencapai sekitar 2.800 barel per hari.
Penulis: Saiful
Sabtu, 05 September 2026 | 06:02:02 WIB

NUSAPERDANA.COM — Fenomena tidak biasa terjadi di Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Sejumlah sumur minyak milik warga di sana dilaporkan menyemburkan minyak mentah secara alami tanpa bantuan mesin pompa, dengan total produksi mencapai sekitar 2.800 barel per hari. Angka ini setara dengan produksi sumur-sumur kategori menengah di industri hulu migas nasional.

Tingginya volume semburan justru menjadi persoalan baru. Pemerintah daerah dan warga yang menampung minyak tersebut disebut kewalahan karena kapasitas penampungan yang terbatas. Kondisi ini pun memicu kekhawatiran akan risiko keselamatan di lokasi.

Surat Resmi Gubernur ke SKK Migas

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi mengenai kondisi ini. Surat tersebut datang langsung dari Gubernur Aceh.

"Gubernur Aceh telah menyampaikan surat resmi produksi minyak dari sumur masyarakat di Aceh Timur sebesar 2.800 BOPD," kata Djoko dalam keterangannya, Sabtu (5/9).

Djoko menjelaskan, karakteristik sumur di Aceh Timur ini cukup unik. Minyak keluar menyembur dengan sendirinya tanpa perlu diangkat menggunakan pompa. "Kondisi sumur masyarakat di Aceh Timur, nyembur sendiri tanpa dipompa. Gubernur dan masyarakat kewalahan menampungnya," ujarnya.

Menurut Djoko, kondisi ini membutuhkan respons cepat dari berbagai pihak terkait. Selain menyangkut potensi produksi yang besar, aspek keselamatan warga yang melakukan penampungan menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditunda.

"Harus segera dibantu gerak cepat demi keselamatan warga yang menampung minyak," tegas Djoko.

Potensi Produksi Versus Risiko Keselamatan

Peristiwa ini menjadi perhatian karena menunjukkan adanya potensi sumber daya minyak yang cukup besar di wilayah tersebut. Jika dikelola dengan aman, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku, semburan ini bisa berkontribusi terhadap produksi minyak nasional.

Namun, penanganan di lapangan tidak bisa dilakukan sembarangan. Perlu koordinasi yang matang antarinstansi agar aliran minyak dari sumur-sumur warga dapat dikendalikan dengan baik. Aspek yang harus dipastikan meliputi keselamatan pekerja dan warga sekitar, sistem penampungan yang memadai, mekanisme pengangkutan, serta tata kelola produksi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi mengenai langkah lanjutan yang akan diambil pemerintah untuk mengelola sumur-sumur semburan tersebut. Publik menanti langkah konkret SKK Migas dan pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan ini tanpa mengorbankan keselamatan warga.

Reporter: Saiful