Hutama Karya Bangun Integrated Building Bandara Soetta, Beroperasi 2027
NUSAPERDANA.COM — PT Hutama Karya (Persero) membangun Integrated Building di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dengan target beroperasi Februari 2027. Fasilitas seluas 18.487 meter persegi ini disiapkan sebagai simpul perpindahan antarmoda yang menyatukan berbagai layanan transportasi dalam satu kawasan. Kehadirannya diharapkan memangkas waktu perpindahan penumpang yang selama ini harus berpindah lokasi untuk berganti moda transportasi.
Paragraf pembuka: Pembangunan Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta merupakan bagian dari upaya Hutama Karya memperkuat infrastruktur transportasi udara nasional. Fasilitas ini menempati lahan di antara Terminal 1 dan Terminal 2, dengan luas bangunan sekitar 60.000 meter persegi. Pj. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan bahwa fasilitas tersebut dirancang sebagai simpul perpindahan antarmoda yang menghubungkan berbagai layanan transportasi dalam satu kawasan.
Moda Transportasi yang Terhubung
Integrated Building akan menghubungkan sejumlah moda transportasi, mulai dari Skytrain, Kereta Bandara, kendaraan pribadi, taksi, bus, shuttle bus, hingga angkutan antarkota atau travel. Penumpang tidak lagi perlu berpindah lokasi untuk berganti moda transportasi.
Selain menjadi titik perpindahan penumpang, fasilitas tersebut dilengkapi area parkir, drop-off dan pick-up, ruang tunggu, serta area retail komersial. Konsep ini memungkinkan perpindahan penumpang dari satu moda ke moda lainnya dilakukan dalam satu kawasan yang saling terhubung.
Struktur Bangunan dan Pembagian Ruang
Secara fisik, bangunan terdiri atas Gedung Sayap Selatan dengan dua lantai dan Gedung Sayap Utara dengan tiga lantai, termasuk mezzanine. Pembagian ruang disesuaikan dengan kebutuhan pergerakan penumpang, kendaraan, serta koneksi antarmoda.
Luas lahan yang digunakan mencapai 18.487 meter persegi, sementara luas bangunan sekitar 60.000 meter persegi. Dengan luas tersebut, Integrated Building dirancang untuk menampung volume pergerakan penumpang yang tinggi di bandara tersibuk di Indonesia.
Dampak bagi Penumpang dan Target Operasional
Bagi penumpang pesawat, kehadiran Integrated Building berarti waktu perpindahan antarmoda yang lebih singkat. Selama ini, penumpang yang tiba di Terminal 1 atau Terminal 2 dan hendak melanjutkan perjalanan dengan Kereta Bandara atau bus antarkota harus menempuh rute terpisah.
Hutama Karya menargetkan fasilitas tersebut dapat beroperasi pada Februari 2027. Target ini menjadi acuan perusahaan dalam menyelesaikan seluruh tahapan konstruksi dan uji coba operasional.
Penutup: Pembangunan Integrated Building menegaskan posisi Hutama Karya sebagai kontraktor infrastruktur yang menggarap proyek transportasi strategis. Jika target operasional Februari 2027 terpenuhi, Bandara Soekarno-Hatta akan memiliki simpul antarmoda terintegrasi yang mengubah cara penumpang berpindah moda transportasi di kawasan tersebut.