Produk emas batangan Certicard dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali diperdagangkan hari ini dengan harga yang merujuk pada patokan emas batangan standar. Meski dikemas dengan sertifikat model kartu yang menyatu dengan kemasan, nilai jualnya tidak berbeda dengan emas batangan bersertifikat kertas karena kadar emas dan beratnya sama persis.
Data terbaru yang dirilis hari ini menunjukkan harga buyback dari Pegadaian turut dimuat ulang oleh Bisnis.com sebagai referensi bagi investor yang ingin menjual kembali emasnya. Berikut rincian lengkapnya:
Rincian Harga dan Buyback Emas Antam Hari Ini
- Harga emas batangan Antam Certicard: mengikuti harga resmi Logam Mulia Antam per 21 Agustus 2026
- Harga buyback Pegadaian: dirilis hari ini, Jumat 21 Agustus 2026
- Waktu update data: pukul 08.30 WIB dari LogamMulia.com
Selisih antara harga jual dan harga buyback menjadi pertimbangan utama bagi investor. Semakin besar selisihnya, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas jika membeli emas sebagai instrumen investasi jangka pendek.
Apa Itu Certicard dan Bedanya dengan Sertifikat Kertas?
Certicard adalah format baru sertifikat keaslian emas Antam yang menggunakan kartu plastik menyatu dengan kemasan produk. Berbeda dengan produk LM generasi sebelumnya yang memakai sertifikat kertas terpisah, Certicard dirancang lebih tahan lama dan tidak mudah rusak meski disimpan dalam jangka panjang.
Bagi kolektor dan investor, perbedaan kemasan ini tidak mempengaruhi harga jual kembali karena proses penilaian buyback dilakukan berdasarkan kadar dan berat emas, bukan pada kondisi sertifikatnya. Namun, daya tahan fisik yang lebih baik bisa menjadi nilai tambah saat penyimpanan.
Emas Fisik vs Emas Kripto: Pilihan Investasi yang Makin Beragam
Di tengah perkembangan teknologi blockchain, investor kini memiliki alternatif kepemilikan emas tanpa harus menyimpan fisiknya. Aset kripto berbasis emas seperti Pax Gold dan Tether Gold memungkinkan investor memiliki eksposur harga emas dengan likuiditas lebih tinggi dan biaya penyimpanan yang lebih rendah.
Namun, emas fisik tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mengutamakan keamanan aset jangka panjang dan ingin menghindari volatilitas pasar aset digital. Kedua instrumen ini memiliki profil risiko dan likuiditas yang berbeda, sehingga keputusan alokasi harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.
Prospek Harga dan Strategi Investasi
Dengan harga yang terus diperbarui setiap hari kerja, investor disarankan memantau pergerakan harga emas global sebagai indikator utama. Faktor suku bunga acuan Bank Indonesia, nilai tukar dolar AS, dan kondisi geopolitik dunia menjadi penentu arah pergerakan harga emas dalam beberapa pekan ke depan.
Investasi mengandung risiko.
Referensi: LogamMulia.com (resmi Antam), update Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 08.30 WIB. Pegadaian (dimuat ulang oleh Bisnis.com), Jumat, 21 Agustus 2026.