Rupiah Stagnan di Rp17.748 per Dolar AS, Rilis Data NPI Kuartal II-2026 Jadi Penentu

Rupiah diperdagangkan stagnan di level Rp17.748 per dolar AS menjelang rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II-2026.
Penulis: Sutomo
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 08:33:01 WIB

Pelaku pasar uang menahan diri untuk melakukan aksi agresif sebelum data resmi NPI dirilis. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, memperkirakan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) pada kuartal II-2026 akan melebar hingga 3,09 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini jauh lebih dalam dibandingkan posisi kuartal sebelumnya yang tercatat 1,09 persen terhadap PDB.

Tiga Faktor di Balik Proyeksi Pelebaran Defisit

Josua menjelaskan, pelebaran defisit tersebut didorong oleh kombinasi faktor musiman dan fundamental. Pertama, peningkatan arus keluar pendapatan primer, khususnya pembayaran imbal hasil aset domestik kepada investor non-residen. Kedua, kinerja neraca barang yang memburuk seiring dengan tercatatnya defisit perdagangan pada Mei dan Juni 2026.

"Peningkatan musiman pada arus keluar pendapatan primer, khususnya pembayaran imbal hasil atas aset domestik kepada non-residen, serta memburuknya kinerja neraca barang," ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Sentimen Global dari Program Buyback Obligasi AS

Di sisi lain, terdapat sentimen positif yang datang dari pengumuman program pembelian kembali (buyback) surat utang pemerintah AS berjangka panjang. Operasi ini bertujuan menurunkan imbal hasil obligasi jangka panjang yang sebelumnya sempat mencapai level tertinggi dalam 20 bulan, terutama untuk obligasi tenor 10 tahun.

Jika imbal hasil obligasi AS berhasil ditekan, daya tarik dolar AS sebagai aset investasi akan berkurang. Kondisi ini berpotensi memberikan angin segar bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, di tengah tekanan data domestik yang kurang menggembirakan.

Rentang Pergerakan dan Level Krusial Rupiah

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, Josua memproyeksikan pergerakan rupiah hari ini akan berada dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.825 per dolar AS. Level psikologis Rp17.800 menjadi garis pertahanan utama yang harus dijaga otoritas agar pelemahan tidak berlanjut.

Investor disarankan mencermati rilis data NPI siang nanti sebagai katalis utama pergerakan. Jika angka CAD lebih buruk dari estimasi, tekanan jual terhadap rupiah berpotensi menguat. Sebaliknya, hasil yang sesuai atau lebih baik dari perkiraan bisa memicu penguatan tipis di sisa sesi perdagangan.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Sutomo