Rupiah Melemah ke Rp 17.978 per Dolar AS, Terlemah dalam Tujuh Pekan

Rupiah ditutup melemah ke Rp 17.978 per dolar AS pada Senin (28/9).
Penulis: Saiful
Selasa, 29 September 2026 | 06:21:31 WIB

NUSAPERDANA.COM — Kurs spot rupiah melemah Rp 75 atau 0,42% menjadi Rp 17.978 per dolar Amerika Serikat pada Senin (28/9), posisi terlemah dalam lebih dari tujuh pekan terakhir. Pelemahan terjadi saat mata uang Garuda kembali mendekati level Rp 18.000 per dolar AS. Bank Indonesia terus meracik strategi untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah dinamika pasar keuangan global.

Pada Senin (28/9), kurs spot rupiah ditutup melemah Rp 75 atau 0,42% ke Rp 17.978 per dolar AS. Level itu menjadi yang terlemah dalam lebih dari tujuh pekan terakhir.

Tekanan Global Masih Jadi Pemicu Utama

Pergerakan rupiah tidak lepas dari dinamika pasar keuangan global yang masih bergejolak. Kondisi tersebut membuat BI harus menyeimbangkan upaya stabilisasi kurs dengan menjaga daya tarik aset domestik.

Pelemahan harian sebesar 0,42% menempatkan rupiah pada posisi yang belum jauh dari Rp 18.000 per dolar AS. Angka itu mencerminkan tekanan yang masih berlanjut meski BI disebut terus meracik strategi pengawalan.

Posisi Rupiah di Level Terlemah Tujuh Pekan

Level Rp 17.978 per dolar AS menandai titik terlemah rupiah dalam lebih dari tujuh pekan. Posisi ini menjadi perhatian pelaku pasar yang memantau arah kebijakan stabilisasi bank sentral.

Bagi investor, pelemahan kurs berdampak langsung pada perhitungan imbal hasil aset berbasis dolar. Pelaku usaha yang memiliki kewajiban valuta asing juga menghadapi kenaikan biaya konversi.

Respons Bank Indonesia

Bank Indonesia menyatakan terus meracik strategi untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah dinamika pasar keuangan global. Upaya tersebut menjadi perhatian di saat mata uang Garuda masih bergerak volatil.

Stabilitas kurs menjadi kunci bagi BI untuk menjaga kepercayaan pasar terhadap aset domestik. Pelemahan yang terlalu dalam berpotensi menekan inflasi melalui harga barang impor.

Apa yang Dipantau Pasar Selanjutnya

Pelaku pasar akan mencermati apakah rupiah mampu bertahan di bawah Rp 18.000 per dolar AS atau justru menembus level tersebut. Arah pergerakan kurs bergantung pada perkembangan pasar keuangan global dan langkah stabilisasi BI.

Reporter: Saiful