IHSG Diproyeksi Menguat ke 6.628, ANTM dan BBCA Masuk Daftar Pilihan Analis
NUSAPERDANA.COM — Pasar saham domestik mencatatkan performa impresif sepanjang pekan lalu. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks menguat selama tiga hari perdagangan, dengan rata-rata volume transaksi harian melonjak 47,90% menjadi 50,30 miliar lembar saham. Nilai transaksi harian juga tercatat naik 2,36% menjadi Rp15,57 triliun, sementara frekuensi transaksi meningkat 5,52% menjadi 2,21 juta kali.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyatakan periode 18-21 Agustus 2026 berhasil ditutup positif. Investor asing pun tercatat melakukan beli bersih (net buy) sebesar Rp974,58 miliar pada Jumat (21/8) silam, meskipun secara year-to-date posisi asing masih mencatatkan jual bersih Rp70,64 triliun.
Pelemahan Dolar AS Jadi Katalis Utama Penguatan
VP Equity Retail Kiowam Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menilai pergerakan IHSG pekan ini akan banyak dipengaruhi sentimen eksternal. Salah satu katalis utamanya adalah potensi berlanjutnya pelemahan dolar AS seiring rencana pemerintah AS melakukan buyback bonds. Kondisi ini mendorong investor mengalihkan dananya ke aset safe haven seperti emas dan perak.
"Pasar akan dipengaruhi sentimen berikut: potensi berlanjutnya pelemahan dolar AS seiring dengan buyback bonds plan oleh US yang mendorong kenaikan pada harga emas seiring dengan lemahnya intervensi terhadap yield US Treasury, khususnya tenor panjang," jelas Oktavianus dalam keterangannya, Minggu (23/8).
Pelemahan dolar ini dinilai berdampak positif bagi emiten produsen emas dalam negeri karena berpotensi mendorong kenaikan harga jual acuan. Dari sisi domestik, penguatan nilai tukar rupiah di level Rp17.647 per dolar AS juga menjadi perhatian pasar karena berpotensi mendorong stabilitas dan membuka peluang peralihan aliran dana (fund flow) ke pasar negara berkembang.
Daftar Saham Pilihan: ANTM, AMRT, dan BBCA
Secara teknikal, Oktavianus merekomendasikan tiga saham yang berpeluang melanjutkan penguatan pada pekan ini. Berikut rinciannya:
- PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) — Saham emiten pelat merah ini ditutup menguat 0,96% ke posisi 3.170 pekan lalu. Target pergerakan diproyeksikan menyentuh level 3.370, didukung sentimen kenaikan harga emas global.
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) — Saham ritel ini menguat 4,73% ke posisi 1.440 pada pekan lalu. Potensi pergerakan selanjutnya diproyeksikan menuju level 1.560.
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) — Saham perbankan berkapitalisasi besar ini ditutup menguat 0,78% di level 6.450. Target harga diproyeksikan dapat menyentuh level 6.750 pada pekan ini.
Jackson Hole Symposium Jadi Sentimen yang Dinanti
Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG masih memiliki ruang penguatan dalam sepekan ke depan. Indeks diproyeksikan bergerak pada rentang support 6.373 dan resistance 6.628.
"Untuk sentimen diperkirakan akan dipengaruhi oleh investor akan mencermati adanya Jackson Hole Symposium yang akan memberikan arah kebijakan The Fed ke depannya," kata Herditya.
Jackson Hole Symposium menjadi perhatian utama pelaku pasar karena agenda tahunan bank sentral global tersebut berpotensi memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter The Fed ke depan. Selain itu, investor juga akan mencermati proses rebalancing indeks MSCI pada Agustus ini yang biasanya memicu pergerakan dana asing di pasar saham domestik.
Dengan kombinasi sentimen positif dari eksternal dan domestik, peluang penguatan IHSG pada pekan ini dinilai masih terbuka lebar. Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi volatilitas jangka pendek. Investasi mengandung risiko.