IHSG Berpotensi Uji 6.370 Usai Koreksi 0,73% ke 6.541

IHSG melemah 0,73% ke 6.541 pada penutupan Jumat (11/9).
Penulis: Saiful
Senin, 14 September 2026 | 06:22:31 WIB

NUSAPERDANA.COM — Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan indeks saat ini berada di bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam. Posisi tersebut, menurutnya, membuka ruang bagi IHSG untuk kembali tertekan dalam jangka pendek.

"Dalam skenario terbaru, IHSG diperkirakan berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam, sehingga masih rawan menguji area 6.370-6.451," ujar Herditya dalam riset hariannya.

Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.448 dan 6.318, dengan resistance di 6.633 dan 6.705 sepanjang perdagangan hari ini. Ia merekomendasikan empat saham untuk dicermati, yakni ADMR, INET, NCKL, dan DSNG.

Pandangan Berbeda dari Binaartha Sekuritas

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat peluang rebound yang lebih besar. Pola candle hammer yang terbentuk pada perdagangan terakhir dinilainya memberi sinyal potensi penguatan, meski koreksi lanjutan tetap perlu diantisipasi.

"Peluang penguatan IHSG masih terbuka menuju area 6.752-6.835, namun kenaikan tersebut berpotensi disusul koreksi seperti pola yang terlihat sejak akhir Juli," ujar Ivan.

Ivan memprediksi IHSG bergerak di level support 6.448, 6.368, dan 6.288, dengan resistance 6.752, 6.835, 6.916, dan 7.071. Saham yang direkomendasikannya adalah INCO, MBMA, MEDC, dan PGEO.

Tekanan Jual Dominan di Penutupan Pekan Lalu

Pada penutupan Jumat (11/9), IHSG melemah 47,96 poin atau minus 0,73% dari perdagangan sebelumnya. Nilai transaksi tercatat Rp 14,68 triliun dengan volume 30,44 miliar saham yang diperdagangkan, mengutip data RTI Infokom.

Dari sisi breadth pasar, jumlah saham yang terkoreksi jauh melampaui yang menguat:

  • 183 saham menguat
  • 453 saham terkoreksi
  • 153 saham stagnan

Komposisi itu menegaskan bahwa tekanan jual tidak terbatas pada saham-saham berkapitalisasi besar, melainkan menyebar ke hampir seluruh sektor.

Dua Skenario yang Perlu Dicermati Investor

Perbedaan pandangan kedua analis bermuara pada satu hal: apakah level 6.448 mampu bertahan. Jika support tersebut jebol, skenario koreksi MNC Sekuritas menuju 6.370-6.451 menjadi lebih mungkin terwujud.

Sebaliknya, bila indeks mampu bertahan dan membalik arah, target penguatan Ivan di area 6.752-6.835 terbuka. Namun ia mengingatkan pola koreksi setelah penguatan yang sudah terlihat sejak akhir Juli bisa terulang.

Bagi investor, rentang support dan resistance kedua sekuritas bisa dijadikan acuan dalam menentukan titik masuk maupun keluar. Daftar saham rekomendasi mereka juga berbeda — MNC menyorot ADMR, INET, NCKL, dan DSNG, sementara Binaartha memilih INCO, MBMA, MEDC, dan PGEO.

Investasi mengandung risiko. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Reporter: Saiful