Danantara: Transisi Energi dan Hilirisasi Kunci RI Keluar dari Middle Income Trap

Managing Director Development Investment PT Danantara Development Management Fund (DDMF) M. Rachmat Kaimuddin berbicara dalam sesi Executive Interview pada BloombergNEF Forum Jakarta 2026.
Penulis: Fajar
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 06:22:01 WIB

NUSAPERDANA.COM — Danantara Development Management Fund (DDMF) menilai transisi energi dan hilirisasi menjadi strategi utama Indonesia untuk lepas dari jebakan negara berpendapatan menengah. Bagi Indonesia, transisi energi bukan sekadar soal pengurangan emisi, melainkan peluang memperkuat ketahanan energi dan mendorong industrialisasi. Peluang ekonominya diperkirakan mencapai USD3,8 triliun hingga 2050.

Jakarta — Managing Director Development Investment PT Danantara Development Management Fund (DDMF), M. Rachmat Kaimuddin, menyampaikan pandangan tersebut dalam sesi Executive Interview bertajuk "How Does the Energy Transition Help Indonesia Escape the Middle Income Trap?" pada BloombergNEF Forum Jakarta 2026. Menurut dia, transisi energi bagi Indonesia bukan tujuan akhir, melainkan jalan untuk mencapai kemakmuran sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Rachmat menuturkan, melalui transisi energi Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor, meningkatkan nilai ekspor lewat hilirisasi, menarik investasi, serta menciptakan industri dan lapangan kerja baru. Semua itu pada akhirnya memberi nilai tambah bagi perekonomian.

Modal Sumber Daya dan Pasar Domestik

Indonesia dinilai punya bekal besar untuk mengembangkan industri berbasis energi bersih. Sumber daya alam melimpah berpadu dengan pasar domestik yang luas.

Namun, kekayaan itu belum cukup. Rachmat menekankan perlunya peningkatan kapasitas produksi, penguasaan teknologi, dan pengembangan rantai pasok agar manfaat ekonominya lebih besar dan tidak sekadar menjual bahan mentah.

Investasi Hilirisasi Tembus Rp584 Triliun

Geliat hilirisasi sudah terlihat dari angka investasi. Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi hilirisasi sepanjang 2025 mencapai Rp584,1 triliun.

Angka itu naik 43,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusinya mencapai 30,2 persen dari total realisasi investasi nasional yang sebesar Rp1.931,2 triliun.

Peluang Ekonomi USD3,8 Triliun hingga 2050

Transisi energi juga membuka ruang bagi pengembangan industri kendaraan listrik, baterai, pengolahan mineral, dan manufaktur pendukung. BloombergNEF lewat Indonesia Transition Factbook 2025 memperkirakan transformasi Indonesia menuju ekonomi dengan emisi nol bersih membuka peluang ekonomi senilai USD3,8 triliun hingga 2050.

Potensi sebesar itu menunjukkan besarnya peluang investasi yang tersedia. Sekaligus menandai perlunya penguatan kapasitas industri dalam negeri agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama.

Ketahanan Energi Jadi Pertimbangan Lain

Dari sisi ketahanan energi, elektrifikasi transportasi dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang masih diimpor. Langkah ini perlu didukung peningkatan kapasitas pembangkit dan jaringan listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun industri.

Bagi Indonesia, kombinasi transisi energi dan hilirisasi dipandang bukan hanya soal mengejar target iklim. Keduanya menjadi instrumen untuk menaikkan produktivitas dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri — dua hal yang selama ini menjadi penghambat utama negara untuk keluar dari middle income trap.

Reporter: Fajar