Danantara Intensifkan Restrukturisasi WIKA dan PTPP, COO Dony Oskaria: "Kita Enggak Mau yang Akal-akalan"

Danantara memastikan restrukturisasi WIKA dan PTPP dilakukan secara tuntas tanpa rekayasa laporan keuangan.
Penulis: Saiful
Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:56:41 WIB

Proses penyelamatan BUMN Karya memasuki babak baru yang lebih ketat. Dony Oskaria, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, memastikan bahwa restrukturisasi WIKA dan PTPP tidak akan ditangani dengan setengah hati. Dalam pertemuan tertutup dengan direksi kedua perusahaan pada Kamis (20/8/2026), ia menekankan bahwa akar masalah harus dibedah hingga tuntas.

"Kita yang realistis aja, gak mau yang akal-akalan. Yang gak ada nanti caranya beda lagi," ujar Dony dalam keterangan resmi yang dikutip dari akun Instagram BP BUMN.

Pemetaan Kebutuhan Riil WIKA

Untuk WIKA, Dony meminta manajemen untuk memetakan kebutuhan perusahaan secara presisi. Ia ingin mengetahui angka pasti kewajiban yang harus diselesaikan serta kemampuan keuangan yang bisa segera dikumpulkan untuk menambal celah tersebut.

"Kita pingin tahu dulu realnya berapa yang harus diperbaiki. Kita mau tahu sebenarnya yang dibutuhkan, mampunya yang real (kondisi keuangan) yang immediately bisa kita collect," tegasnya.

Penataan laporan keuangan menjadi prioritas pertama. Data yang akurat akan menjadi peta jalan bagi langkah pembenahan selanjutnya. Setelah itu, WIKA diarahkan untuk mengoptimalkan aset-aset yang bisa dilepas atau didivestasi. Hasil divestasi diharapkan mampu menekan beban utang dan memperbaiki struktur modal secara nyata, bukan hanya mempercantik angka di pembukuan.

Merger Dulu, Baru Restrukturisasi PTPP

Berbeda dengan WIKA, langkah transformasi PTPP dimulai dari proses merger. Dony menegaskan bahwa penggabungan usaha harus dilakukan lebih dulu sebelum masuk ke tahap restrukturisasi. Ia tidak ingin proses ini berlarut-larut dan berulang kali tertunda.

"Perlu intens untuk restrukturisasi dan merger. Merger dulu, baru restrukturisasi. Kita merger-in aja. Kita harus tahu berapa yang harus di-absorb, berapa yang perlu dikoreksi di buku. Tapi harus tuntas, saya gak mau nanti ditunda-tunda," ujarnya.

Tahap awal merger akan dimulai dengan audit dan koreksi menyeluruh terhadap laporan keuangan PTPP. Hal ini dilakukan agar posisi keuangan perusahaan terpetakan secara transparan sebelum digabungkan dengan entitas lain. Setelah merger rampung, restrukturisasi akan difokuskan pada penataan bisnis inti yang memiliki prospek pertumbuhan paling menjanjikan.

Membangun Skala Usaha yang Lebih Kuat

Merger PTPP diharapkan mampu menggabungkan sumber daya, kapasitas, dan kompetensi antar-BUMN Karya. Dengan skala yang lebih besar, efisiensi operasional meningkat dan daya saing di pasar konstruksi nasional pun menguat.

Pendekatan yang digunakan Danantara kali ini berbeda dari periode sebelumnya. Penekanan pada kondisi riil dan penyelesaian yang tuntas menjadi sinyal bahwa tidak ada lagi ruang untuk rekayasa laporan keuangan. BUMN Karya dituntut untuk berdiri di atas fundamental yang sehat, bukan sekadar bertahan dengan trik administrasi.

Rangkaian transformasi ini menjadi ujian bagi WIKA dan PTPP untuk membuktikan diri sebagai kontraktor pelat merah yang kredibel. Publik dan pasar akan mengawasi apakah janji "tidak akal-akalan" ini benar-benar dijalankan hingga tuntas.

Reporter: Saiful